Tinjauan Manajemen

Perkembangan Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK) dari tahun ke tahun mengalami peningkatan, hal ini dapat dilihat dari beberapa indikator yang ada. Tentu saja aspek mutu dan kualitas dalam pendidikan dan pelayanan harus menjadi prioritas utama sebagai bentuk upaya menjaga kepercayaan masyarakat. Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UMK yang memiliki tugas utama dalam mewujudkan sistem penjaminan mutu internal yang baik, setiap tahunnya harus berupaya keras dalam menjaga dan meningkatkan kualitas mutu pendidikan di UMK.
Upaya LPM dalam mewujudkan UMK menjadi universitas yang bermutu, tergambar dari program kerja tahunan yang telah dibuat. Program kerja dengan menitikberatkan pada pengembangan kualitas gugus mutu, pembentukan mitra mutu, In House Training  sistem penjaminan mutu, peningkatan kualitas reviewer internal BKD dan Portofolio Laboran, Pengembangan sistem e-complain, pengendalian mutu pengembangan tracer study, dan survey kepuasan pelanggan. Selain itu tentu saja program kerja yang rutin seperti Audit mutu internal dan audit kinerja, dan penilaian kinerja.
Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK) sampai saat ini UMK telah berusia 14 tahun, usia yang masih relatif muda bagi sebuah perguruan tinggi. UMK yang berkedudukan di Jalan KH Ahmad Dahlan N0. 10 Kota Kendari memiliki lokasi yang strategis bagi pengembangan dunia pendidikan karena mudah di akses dari arah manapun.
UMK saat ini memiliki 13 Program Studi dari 8 Fakultas yang ada dengan jumlah mahasiswa hampir mencapai 6000 mahasiswa, trend peminat penerimaan mahasiswa baru dari tahun 2003 sampai dengan 2016 menunjukan trend yang terus meningkat hal ini membuktikan bahwa keberadaan UMK semakin mendapat kepercayaan dari Masyarakat.
Kepercayaan dari masyarakat tersebut merupakan modal untuk pengembangan UMK di masa yang akan datang, selanjutnya UMK perlu terus mempertahankan kepercayaan masyarakat tersebut dengan cara meningkatkan kualitas pelayanan bagi para mahasiswa dan bagi pihak-pihak yang memiliki kepentingan dengan UMK. Untuk itu UMK  perlu mengimplementasikan Sistem Penjaminan Mutu secara konsisten dan menyeluruh.
Sistem Penjaminan Mutu dipandang sebagai salah satu cara untuk menjawab berbagai permasalahan pendidikan tinggi di Indonesia. Selain itu, SPMI dianggap mampu untuk menjawab tantangan pendidikan tinggi. Secara umum, pengertian penjaminan mutu (quality assurance) pendidikan tinggi adalah:
  1. Proses penetapan dan pemenuhan standar mutu pendidikan secara konsisten dan berkelanjutan sehingga pelanggan memperoleh kepuasan.
  2. Proses untuk menjamin agar mutu lulusan sesuai dengan kompetensi yang ditetapkan/dijanjikan sehingga mutu dapat dipertahankan secara konsisten dan ditingkatkan secara berkelanjutan.
Dengan kata lain, perguruan tinggi dikatakan bermutu apabila mampu menetapkan dan mewujudkan visinya melalui pelaksanaan misinya (aspek deduktif), serta mampu memenuhi kebutuhan/memuaskan stakeholders (aspek induktif) yaitu kebutuhan masyarakat, dunia kerja dan profesional. Sehingga, perguruan tinggi harus mampu merencanakan, menjalankan dan mengendalikan suatu proses yang menjamin pencapaian mutu.
Untuk mewujudkan itu semua, diperlukan syarat-syarat normatif yang wajib dipenuhi oleh UMK. Syarat-syarat tersebut tertuang dalam beberapa asas, yaitu:
  1. Internally driven
  2. Komitmen
  3. Tanggungjawab/pengawasan melekat
  4. Kepatuhan kepada rencana
  5. Evaluasi
  6. Peningkatan mutu berkelanjutan
Tujuan penjaminan mutu adalah memelihara dan meningkatkan mutu pendidikan tinggi secara berkelanjutan, yang dijalankan secara internal untuk mewujudkan visi dan misi UMK, serta untuk memenuhi kebutuhan stakeholders melalui penyelenggaraan Caturdharma perguruan tinggi.
Hal tersebut dapat dilaksanakan secara internal oleh UMK, dikontrol dan diaudit melalui kegiatan akreditasi yang dijalankan oleh Badan Akreditasi Nasional (BAN) Perguruan Tinggi atau lembaga lain secara eksternal. Sehingga obyektifitas penilaian terhadap pemeliharaan dan peningkatan mutu akademik secara berkelanjutan di suatu perguruan tinggi dapat diwujudkan.