Pendampingan Akreditasi

Tujuan
Menjamin pelaksanaan pendampingan pengusulan borang akreditasi dan simulasi visitasi akreditasi PS sesuai kebijakan dan standar yang telah ditentukan.
Ruang Lingkup
Ruang lingkup pendampingan meliputi peningkatan pemahaman, pemantauan, audit, identifikasi dan penilaian borang akreditasi, simulasi pelaksanaan visitasi dan evaluasi diri.
Berlaku bagi LPM, asesor internal, tim penyusun dokumen akreditasi PS dan BAAK. Standar operasional prosedur ini menjelaskan tentang tiga hal, yaitu: (1) pendampingan penyusunan dokumen akreditasi PS, (2) Sistem Asesmen, dan (3) Simulasi visitasi untuk akreditasi.
Definisi
  1. Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) adalah lembaga fungsional yang dibentuk oleh rektor dan diberi tugas untuk mengembangkan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) di tingkat Universitas.
  2. Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) adalah badan independen non struktural   yang   bertugas   melakukan   penilaian   mutu   dan   efisiensi penyelenggaraan pendidikan tinggi pada perguruan t
  3. Akreditasi adalah pengakuan atas program studi pada perguruan tinggi yang memenuhi standar minimal yang ditetapkan BAN-PT.
  4. Asesor Internal adalah dosen yang memiliki kompetensi melakukan asesmen dokumen akreditasi  Program  Studi  S-1 atau Institusi sebagai hasil pelatihan dari BAN PT atau lembaga lain yang kompeten.
  5. Kebijakan Standarisasi Akreditasi PS meliputi:
  6. Standarisasi Akreditasi dilakukan dengan pendampingan pengusulan borang akreditasi PS di Universitas Muhammadiyah Kendari yang dilaksanakan oleh asesor internal tingkat universitas sesuai dengan ketentuan BAN PT.
  7. Pendampingan pengusulan borang akreditasi dilakukan pada PS yang akan habis status akreditasinya (tahun T). Peringatan akan mulai diberikan tiap tahun sejak T-2 tahun oleh Wakil Rektor I melalui Biro Administrasi Akademik (BAA).
  8. Kegiatan pendampingan dibiayai oleh dana Universitas Muhammadiyah Kendari.
  9. Standar Operasional Prosedur (SOP) pendampingan penyusunan dokumen akreditasi dan simulasi visitasi adalah panduan bagi asesor internal, pengusul borang akreditasi PS dan SOP menjelaskan tentang tiga hal, ialah: (1) Kebijakan Pendampingan Pengusulan Akreditasi PS, (2) Sistem Pendampingan, (3) Struktur Organisasi dan Alur Pendampingan.
  10. Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) membentuk Tim Asesor Internal terdiri atas dua orang dengan latar belakang bidang studi serumpun dan melaporkan proses dan hasil pendampingan kepada Rekt Tim asesor internal bertugas di bawah koordinasi seorang Ketua. Setiap tahun Tim Asesor Internal dibentuk atas permintaan Rektor.
  11. UMK memiliki program studi S-1 namun pada saat ini fokus standarisasi masih diberikan pada peningkatan mutu penyelenggaraan akademik PS.
  12. Kebijakan Sistem Pendampingan, meliputi:
  13. Sistem Pendampingan ini merekam praktek baik pelaksanaan pendampingan pengusulan akreditasi PS yang ada sejak 2015, yaitu :
  • Monitoring dan evaluasi tahunan terhadap status akreditasi PS memungkinkan adanya sistem  peringatan  dini  sejak  dua  (2)  tahun sebelum habis status.
  • Peringatan dini dimunculkan melalui sistem informasi status akreditasi di U
  • Secara tertulis  BAA akan  menyampaikan  peringatan  kepada  Ketua Program Studi melalui Dekan
  1. Berdasarkan bidang studi PS yang akan didampingi, Ketua LPM setiap tahun menyusun Tim Asesor Internal yang bersedia mengalokasikan waktu dan perhatian untuk tugas pendampinga Tim menjalankan tugas sesuai SK Rektor UMK.
  2. Tugas pendampingan PS pengusul borang akreditasi PS dijalankan sesuai Kode Etik Asesor Internal UMK.
  3. Ruang lingkup pendampingan meliputi:
  • Peningkatan pemahaman tentang nilai dan proses pengusulan akreditasi PS.
  • Pemantauan mutu Evaluasi Diri, Portofolio dan Borang Akreditasi yang didasarkan pada data atau fakta akurat serta dokumen pendukungnya.
Analisis yang tajam dan mendalam memungkinkan informasi yang tidak hanya bersifat deskriptif namun juga analisis SWOT (strength, weakness, opportunity dan threat), evaluasi diri, penentuan akar masalah dan upaya peningkatan kapasitas penyelenggaraan akademik.
  • Audit yang didasarkan atas kesesuaian usulan Evaluasi Diri, Portofolio dan Borang  Akreditasi   dengan   panduan   pengusulan   akreditasi   yang dikeluarkan oleh BAN PT. Jika terjadi ketidaksesuaian, maka asesor memberikan sara
  • Identifikasi kelemahan dan keunggulan PS sehingga hal ini menjadi bahan pelajaran bagi PS tersebut maupun yang la
  1. Penilaian asesmen yang dilakukan asesor internal didasarkan pada ketentuan yang Hal ini berguna untuk melakukan estimasi penilaian oleh LPM. Perbaikan terus dilakukan sampai penilaian asesor internal menunjukkan nilai “A” bagi PS lama (reakreditasi) dan “B” bagi PS baru.
  2. Model Penilaian yang digunakan dalam akreditasi PS menggunakan tahapan, standar dan dimensi mutu yang telah ditentukan, yaitu:
  3. Tahapan : input, process, output dan outcome
  4. Standar yang terdiri atas:
Standar 1. Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran, serta Strategi Pencapaian
Standar 2. Tata pamong dan Kepemimpinan, Sistem Pengelolaan, dan
Penjaminan mutu
Standar 3. Mahasiswa dan Lulusan
Standar 4. Sumber daya manusia
Standar 5. Kurikulum, Pembelajaran, dan Suasana Akademik
Standar 6. Pembiayaan, Sarana dan Prasarana, serta Sistem Informasi
Standar 7. Penelitian, Pelayanan/Pengabdian kepada Masyarakat, dan
Kerjasama
  1. Dimensi mutu yang terdiri dari :
  • Kelayakan (appropriateness) merupakan tingkat ketepatan unsur masukan, proses, keluaran, maupun tujuan program ditinjau dari ukuran ideal secara normatif.
  • Kecukupan (adequacy) menunjukkan tingkat ketercapaian persyaratan ambang yang diperlukan untuk penyelenggaraan suatu progra
  • Relevansi/kesesuaian (relevancy)  merupakan  tingkat  keterkaitan  tujuan maupun hasil/keluaran program pendidikan dengan kebutuhan masyarakat di lingkungannya maupun secara global
  • Suasana akademik (academic atmosphere) merujuk pada iklim yang mendukung interaksi antara dosen dan mahasiswa, antara sesama mahasiswa, maupun antara sesama dosen untuk mengoptimalkan proses pembelajara
  • Efisiensi (efficiency) merujuk pada tingkat pemanfaatan masukan (sumberdaya) yang digunakan untuk proses pembelajara
  • Keberlanjutan (sustainability) menggambarkan keberlangsungan penyelenggaraan  program   yang   mencakup   ketersediaan   masukan, aktivitas pembelajaran, maupun pencapaian hasil yang optima
  • Selektivitas (selectivity) menunjukkan bagaimana penyelenggara program memilih  unsur   masukan,   aktivitas   proses   pembelajaran,   maupun penentuan prioritas hasil/keluaran berdasarkan pertimbangan kemampuan/kapasitas yang dimilik
  • Produktivitas (productivity) menunjukkan tingkat keberhasilan proses pembelajaran yang dilakukan dalam memanfaatkan masuka
  • Efektivitas (effectiveness)  adalah  tingkat  ketercapaian  tujuan  program yang telah ditetapkan yang diukur dari hasil/keluaran program
Hasil penilaian Tim asesor internal akan menentukan apakah Usulan Borang Akreditasi masih memerlukan perbaikan atau segera dapat dikirimkan ke BAN PT melalui BAA.